A. Object Oriented Programming
Object-Oriented Programming (OOP) adalah sebuah
pendekatan untuk pengembangan / development suatu software dimana dalam
struktur software tersebut didasarkan kepada interaksi object dalam
penyelesaian suatu proses/tugas. Interaksi tersebut mengambil form dari
pesan-pesan dan mengirimkannya kembali antar object tersebut. Object akan
merespon pesan tersebut menjadi sebuah tindakan /action atau metode. Object-oriented programs
terdiri dari objects yang berinteraksi satu sama lainnya untuk menyelesaikan
sebuah tugas. Seperti dunia nyata, users dari software programs dilibatkan dari
logika proses untuk menyelesaikan tugas
B. Konsep OOP (Object
Oriented Programming)
1. Kelas Abstrak (Class Abstraksi)
2. Enkapsulasi (encapsulation)
3. Pewarisan (Inheritance)
4. Polimorfisme (polymorphism)
1. Kelas Abstrak (Class Abstraksi)
§
Kelas merupakan
deskripsi abstrak informasi dan tingkah laku dari sekumpulan data.
§
Kelas dapat
diilustrasikan sebagai suatu cetak biru(blueprint) atau prototipe yang
digunakan untuk menciptakan objek.
§
Kelas merupakan
tipe data bagi objek yang mengenkapsulasi data dan operasi pada
data dalam suatu unit tunggal.
§
Kelas
mendefinisikan suatu struktur yang terdiri atas data kelas (data field),
prosedur atau fungsi (method), dan sifat kelas (property).
2. Enkapsulasi (encapsulation)
§
Istilah
enkapsulasi sebenarnya adalah kombinasi data dan fungsionalitas dalam
sebuah unit tunggal sebagai bentuk untuk menyembunyikan
detail informasi.
§
Proses
enkapsulasi memudahkan kita untuk menggunakan sebuah objek dari suatu kelas
karena kita tidak perlu mengetahui segala hal secara rinci.
§
Enkapsulasi
menekankan pada antarmuka suatu kelas, atau dengan kata lain
bagaimana menggunakan objek kelas tertentu.
§
Contoh: kelas
mobil menyediakan antarmuka fungsi untuk menjalankan mobil tersebut, tanpa
kita perlu tahu komposisi bahan bakar, udara dan kalor
yang diperlukan untuk proses tersebut.
3. Pewarisan (Inheritance)
§
Kita dapat
mendefinisikan suatu kelas baru dengan mewarisi sifat dari kelas lain yang
sudah ada.
§
Penurunan sifat
ini bisa dilakukan secara bertingkattingkat, sehingga semakin ke bawah
kelas tersebut menjadi semakin spesifik.
§
Sub kelas
memungkinkan kita untuk melakukan spesifikasi detail dan perilaku khusus
dari kelas supernya.
§
Dengan konsep
pewarisan, seorang programmer dapat menggunakan kode yang telah ditulisnya
pada kelas super berulang kali pada kelas-kelas turunannya tanpa
harus menulis ulang semua kodekode itu.
4. Polimorfisme (polymorphism)
§
Polimorfisme
merupakan kemampuan objekobjek yang berbeda kelas namun terkait dalam
pewarisan untuk merespon secara berbeda terhadap suatu pesan yang sama.
§
Polimorfisme
juga dapat dikatakan kemampuan sebuah objek untuk memutuskan method
mana yang akan diterapkan padanya, tergantung letak objek tersebut
pada jenjang pewarisan.
§
Method overriding.
§
Method name
overloading.
C. Karakteristik OOP (Object
Oriented Programming)
§
Semua adalah
objek.
§
Komputasi
dilakukan dengan komunikasi antar objek. Setiap objek berkomunikasi dengan
objek yang lain melalui pengiriman dan penerimaan pesan.
§
Sebuah pesan
merupakan permintaan atas sekumpulan aksi dengan semua argumen
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu.
§
Setiap objek
memiliki memori sendiri, yang dapat terdiri dari objek-objek lainnya.
§
Setiap objek
adalah wakil atau representasi dari suatu kelas. Sebuah kelas dapat
mewakili sekelompok objek yang sama.
§
Kelas merupakan
kumpulan tingkah laku yang berkaitan dengan suatu objek. Jadi, semua
objek yang merupakan wakil dari kelas yang sama dapat melakukan aksi
yang sama pula.
§
Kelas-kelas
diorganisasikan ke dalam struktur pohon yang berakar tunggal, yang
dinamakan dengan jenjang pewarisan (inheritance hierarchy).
§
Setiap objek
pada umumnya memiliki tiga sifat, yaitu keadaan, operasi dan identitas
objek.
§
Operasi
merupakan tindakan yang dapat dilakukan oleh sebuah objek.
§
Keadaan objek
merupakan koleksi dari seluruh informasi yang dimiliki oleh objek pada
suatu saat.
§
Informasi yang terkandung pada objek
tersebut pada akhirnya memberikan identitas khusus yang membedakan
suatu objek dengan objek lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar